Apa Trading Itu Halal atau Haram? Begini Menurut Fatwa MUI

Perdagangan saham adalah salah satu alat investasi yang paling populer. Tidak hanya investor berpengalaman saja yang langsung terjun di dunia trading, tetapi juga masyarakat yang baru ingin berinvestasi. Namun, perdagangan saham masih menimbulkan pertanyaan bagi banyak orang: apa trading itu halal atau haram?

Baru-baru ini, tidak sedikit orang yang sukses berdagang saham membagikan pengalamannya di media sosial, mulai dari Instagram, TikTok hingga Youtube. Mulai dari cara, modal, dan diakhiri dengan keuntungan besar dari perdagangan saham.

Rasa ingin tahu yang tinggi dan keinginan untuk mendapatkan keuntungan yang besar, banyak orang, terutama anak muda, tertarik untuk berdagang saham. Padahal, pada tahun 2022, jumlah investor saham berkembang pesat. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) per September 2022 mencatat jumlah investor ekuitas mencapai lebih dari 6,5 juta investor.

Pertanyaan ini juga membuat sebagian besar investor pemula meragukan kemampuan trading. Nah bagi anda yang ingin mendapatkan kejelasan, berikut beberapa ikhtisar fakta tentang perdagangan saham, mulai dari pengertian perdagangan saham dan cara kerjanya, hingga hukumnya menurut islam, hingga menjawab pertanyaan apakah perdagangan saham itu halal atau haram.

Apa Trading itu Halal atau Haram?

Saham adalah sarana investasi di mana investor diberikan bukti kepemilikan nilai perusahaan atau bukti penyertaan modal. Sedangkan trading adalah transaksi jual beli jangka pendek di pasar keuangan. Perlu Anda ketahui bahwa tidak hanya saham yang diperdagangkan di sini, tetapi juga mata uang atau forex.

Dapat diartikan bahwa perdagangan saham adalah kegiatan jual beli bukti kepemilikan suatu perseroan atau perseroan terbatas dalam jangka pendek. Sebagai aturan, perdagangan saham jangka pendek dianggap pada harga pasar setiap hari.

Tidak mengherankan jika investor saham sering melihat pergerakan harga saham setiap saat dan dapat menghasilkan keuntungan besar setiap hari jika mereka menjual saham pada waktu yang tepat.

Apa Trading itu Halal atau Haram Menurut MUI dan Islam

Apa Trading Itu Halal atau Haram Menurut MUI dan Islam

Sebelum melangkah lebih jauh, Anda perlu memahami terlebih dahulu tentang investasi saham, yang juga dikenal dengan pasar modal. Berdasarkan Fatwa DSN No. 40 MUI (Majelis Ulama Indonesia), berikut pendapat yang dikemukakan mengenai investasi saham, yaitu:

  • Jual beli saham adalah sah
  • Saham yang memenuhi syarat adalah saham perusahaan dagang atau perusahaan manufaktur dengan kondisi yang benar yang tidak dikembangkan.
  • Saham dapat dijual dan dijaminkan jika sesuai dengan aturan yang berlaku.

Sedangkan menurut MUI dan Islam, perdagangan halal atau haram didasarkan pada tiga unsur pokok, yaitu:

  1. Bagikan kesepakatan
  2. Manajemen perusahaan
  3. Cara mengeluarkan saham

Jika ketiga unsur tersebut dilakukan sesuai dengan prinsip Syariah atau ajaran agama Islam, maka perdagangan saham adalah halal dan diperbolehkan. Selain itu, saham yang diperdagangkan bukan milik perusahaan yang melakukan kegiatan yang diharamkan menurut Islam, seperti industri minuman keras, industri kasino, dan sebagainya.

Namun, perdagangan adalah haram jika dilakukan melalui spekulasi yang dilarang dalam Islam, seperti:

  • Tujuan utama dari transaksi adalah pembelian dan penjualan.
  • Transaksi terjadi dalam waktu yang sangat singkat
  • Berdagang saat harga saham naik

Cara Trading Saham Syariah untuk Pemula

Cara Trading Saham Syariah untuk Pemula

1

Pelajari analisis perdagangan saham

Tidak ada investor yang mau rugi, termasuk Anda bukan? Oleh karena itu, sebelum memulai trading, sangat penting bagi seorang trader (yang melakukan trading) untuk mempelajari semua aspek analisis perdagangan saham agar investasi yang dilakukan dapat membawa hasil yang baik.

Analisis perdagangan saham ini dimulai dengan sifat fundamental dan teknis pasar saham, tetapi apa bedanya?

  • Analisis fundamental
    Trading dengan analisis fundamental berdasarkan keadaan perusahaan, ekonomi dan industri terkait. Biasanya, analisis ini menggunakan angka-angka perusahaan dari laporan keuangan perusahaan.
  • Analisis teknis
    Analisis teknikal dalam perdagangan menggunakan data harga historis yang terjadi pada tren pasar saham. Investor yang ingin membeli atau menjual saham harus melihat grafik saham historis. Analisis teknikal ini sering digunakan oleh para trader saham.
2

Mulai trading saham dengan modal kecil

Bagi para trader saham yang sudah profesional dan memiliki banyak pengalaman tentunya akan memulai dengan modal investasi yang banyak. Namun, jumlah modal investasi tidak boleh dijadikan patokan untuk trading.

Bagi yang hanya ingin trading saham syariah, Anda bisa memulainya dengan modal investasi minimal atau kecil sesuai dengan kemampuan finansial Anda. Misalnya dengan 200 ribu rupiah, 500 ribu rupiah dan seterusnya.

Jika Anda sudah memiliki pengalaman trading yang baik, tidak ada salahnya menambah modal untuk trading saham. Anda bisa mulai menabung dana investasi bulan ini dengan mengambil 5-10% dari total gaji Anda.

3

Gunakan Aplikasi SOTS

Bagi anda yang ingin trading saham syariah tentunya tidak bisa sembarangan bertransaksi, karena semuanya harus berdasarkan prinsip syariah atau sesuai dengan ajaran islam.

Untuk memudahkan Anda dalam bertransaksi saham Syariah, Anda dapat menggunakan aplikasi SOTS atau Sistem Online Trading Syariah. Dalam aplikasi ini, pedagang pemula dapat mempelajari dan memahami sistem perdagangan Syariah dengan segera.

Anda harus ingat bahwa dengan aplikasi SOTS, trader harus menggunakan uang tunai dalam setiap perdagangan bursa. Selain itu, Anda tidak menggunakan metode perdagangan margin dan tidak boleh melakukan penjualan dalam waktu dekat.

4

Pilih saham Syariah di aplikasi DES.

Trading syariah, artinya Anda juga harus memilih saham yang sesuai dengan syariah atau kebijakan perusahaan berdasarkan ajaran Islam. Untuk melakukan ini, Anda perlu memeriksa profil Anda dan memilih perusahaan Syariah.

Ada cara praktis untuk mengetahui saham syariah, yaitu dengan mengandalkan aplikasi DES (Pencatatan Efek Syariah) yang dibuat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dalam aplikasi ini, lebih dari 400 saham berbasis Syariah Islam terdaftar di ISSI (Indikator Kinerja Pasar Saham Syariah Indonesia).

Berikut 20 saham syariah Islami antara lain:

  • Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES)
  • Adaro Energy Tbk (ADRO)
  • AKR Corporindo Tbk (AKRA)
  • Aneka Tambang Tbk (ANTM)
  • Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS)
  • Barito Pacific Tbq (BRPT)
  • Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)
  • Erajaya Swasembada Tbk (ERAA)
  • XL Axiata Tbk (EXCL)
  • Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)
  • Vale Indonesia Tbk (INCO)
  • IndoFood Sukses Macmoor Tbq (INDF)
  • Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP)
  • Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)
  • Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Kalbe Pharma Tbk (KLBF)
  • Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)
  • Mitra Keluarga Karya Sehat (MIKA)
  • Media Nusantara Citra Tbk (MNCN)
  • Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)

5

Mengetahui Sifat Kepemilikan Saham

Sifat syariah dan kepemilikan saham biasa jelas berbeda. Dalam perdagangan Syariah, hanya saham biasa yang dapat diperdagangkan, seperti menjual sebagian saham perusahaan, dan ini dianggap kepemilikan individu.

Anda sebagai pemilik berhak untuk menjual atau meminjamkan selama tidak merugikan pemegang saham lainnya.

6

Periksa Trading Saham Secara Berkala

Setelah menyetor dana investasi, jangan abaikan, tapi tunggu saja hasilnya. Cara ini hanya akan membuat Anda kalah. Seperti halnya berinvestasi pada umumnya, perdagangan saham juga membutuhkan pengecekan secara berkala.

Pastikan Anda mengecek secara detail, mulai dari kenaikan harga atau tidak, kapan waktu terbaik untuk membeli, dan lain sebagainya. Validasi Perdagangan Ekuitas juga memudahkan pengembangan strategi perdagangan saham untuk memaksimalkan keuntungan.

Kapan Waktu Terbaik Untuk Trading?

Waktu terbaik bagi bursa saham untuk memperhatikan pedagang saham:

Senin kamis:

Sesi 1: 09.00 – 12.00 WIB
Sesi 2: 13.30 – 15.49 WIB

Jumat:

Sesi 1: 09.00 – 12.00 WIB
Sesi 2: 14.00 – 15.49 WIB

Kesimpulan Apa Trading Itu Halal atau Haram

Bagi Anda yang menganut agama Islam, apa sudah puas dengan jawaban apa trading itu halal atau haram? Tidak perlu khawatir jika ingin trading/berdagang. Saat ini, broker investasi menyediakan perdagangan saham syariah untuk memenuhi kebutuhan investasi masyarakat Islam. Dengan memilih trading saham syariah, tentunya hati menjadi lebih tenang ketika investasi dan aset finansial juga meningkat. Namun, pastikan Anda memperdagangkan saham Syariah di platform resmi yang dikendalikan oleh OJK.

Investerbaik
Logo