Cara Investasi Saham yang Benar, Baca Ini Biar Anti FOMO!

Ketika mendengar tentang investasi saham, banyak orang langsung memikirkan keuntungan yang besar, cuan dari saham dapat membuat orang yang memilikinya jadi kaya. Cara investasi saham bukan hanya masalah uang: beli saat harga rendah dan jual saat harga tinggi.

Berinvestasi saham menuntut pemiliknya untuk dapat menganalisis, seperti membaca laporan keuangan, membaca grafik saham, mengetahui pola masa lalu, memprediksi pola masa depan, dan mengembangkan strategi yang tepat untuk memitigasi risiko.

Cara Investasi Saham

Semua kemampuan dan keterampilan ini dapat diperoleh melalui pelatihan. Baik pedagang maupun investor saham. Berikut cara mudah belajar investasi saham:

1

Tentukan tujuan investasi Anda

Untuk mempelajari cara berinvestasi saham, Anda harus terlebih dahulu mengetahui tujuan Anda berinvestasi di saham. Jangan berinvestasi, itu sudah berakhir.

Apa tujuan berinvestasi saham, apakah itu untuk menaikkan uang muka rumah, menyiapkan dana pensiun, membelanjakan uang untuk pernikahan, atau untuk keperluan lainnya.

Investasi saham harus jangka panjang untuk hasil yang maksimal. Lebih dari lima tahun.

Sangat mungkin saham yang Anda beli hari ini akan naik ribuan persen selama jangka waktu tersebut, sehingga keuntungannya akan besar dan Anda akan dapat mencapai tujuan investasi Anda.

2

Periksa kondisi keuangan

Setelah itu, cara belajar berinvestasi saham untuk pemula selanjutnya adalah dengan mengecek keuangan Anda. Berapa pendapatan dan pengeluaran setiap bulannya.

Ini seimbang, pengeluaran besar dibandingkan dengan pendapatan, atau sebaliknya untuk menciptakan surplus finansial.

Jika ternyata ratenya lebih dari enam, maka Anda tidak memiliki dana gratis untuk berinvestasi. Sedangkan berinvestasi saham membutuhkan dana.

Berinvestasi juga mengharuskan Anda berkomitmen untuk menabung setiap bulan. Besaran dana investasi yang ideal adalah 10 persen dari upah per bulan.

Jika Anda masih ingin berinvestasi di saham, maka Anda harus mencari penghasilan tambahan. Baik Anda seorang freelancer, berjualan online, atau melakukan pekerjaan sampingan lainnya.

Tetapi jika keuangan Anda selalu berlebih, pendapatan Anda melebihi pengeluaran Anda, yang berarti itu adalah investasi yang aman. Pembiayaan khusus akan dialokasikan untuk investasi saham.

Pastikan investasi saham sesuai dengan kemampuan finansial Anda. Tidak perlu memulai dengan nilai nominal jutaan atau puluhan juta rupiah akibat pemompaan saham oleh orang lain.

Investasikan dalam uang saham yang Anda mampu untuk kehilangan. Karena berinvestasi di saham merupakan investasi yang berisiko tinggi.

3

Cari informasi tentang investasi saham dari berbagai sumber

Anda harus mempersenjatai diri dengan pengetahuan atau pemahaman tentang investasi saham saat pertama kali terjun. Tanpa pengetahuan dan informasi yang cukup, Anda akan bergabung dalam perdagangan saham.

Bingung, tidak tahu langkah apa yang harus diambil. Pada akhirnya, ini semua tentang perasaan. Sedangkan perasaan sering salah.

Sumber informasi utama bagi investor saham adalah situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI). Mulai dari emiten atau emiten beserta laporan keuangannya, pergerakan IHSG (indeks harga saham) dan informasi lainnya.

Anda dapat mengikuti kursus pendidikan pasar saham yang ditawarkan oleh BEI, perusahaan efek, pedagang saham atau investor. Anda juga bisa mendapatkan informasi tentang investasi saham dengan membaca buku, mengikuti seminar atau pelatihan, media sosial, dll.

4

Pilih platform sekuritas yang andal

Saat ini sudah banyak platform online untuk berinvestasi saham yang bisa dengan mudah ditemukan di perusahaan sekuritas. Pastikan Anda memilih efek yang menjadi anggota BEI dan disetujui oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kemudian pelajari track record mereka agar Anda aman dan nyaman dalam berinvestasi saham. Dengan cara ini Anda tidak akan bingung dengan berinvestasi di perusahaan palsu.

5

Beli Saham yang Direkomendasikanl

Cara belajar berinvestasi saham selanjutnya adalah dengan mulai membeli saham terbaik. Yang merupakan bagian integral dari indeks LQ45.

Indeks LQ45 adalah indeks saham yang berisi daftar 45 saham terpilih. Saham-saham tersebut memiliki likuiditas yang tinggi, kapitalisasi pasar yang besar dan didukung oleh fundamental perusahaan yang kuat atau kondisi keuangan yang stabil.

Meski sudah diisi dengan daftar saham yang direkomendasikan, kamu tetap bisa mengoleksinya. Harga saham di indeks LQ45 berkisar dari yang terendah di Rp300 per saham hingga yang paling mahal di Rp70.000 per saham.

Tips Investasi Saham Biar Gak FOMO

Tips Investasi Saham Biar Gak FOMO

Kunci sukses atau sukses dalam berinvestasi saham adalah kemauan untuk belajar. Dengan mempelajari investasi saham, Anda akan mendapatkan pengetahuan tentang cara memilih saham yang murah dan bagus, dana dan perlindungan bagi investor saham, cara menyusun rencana perdagangan saham dan informasi bermanfaat lainnya.

Modal Membeli Saham

Modal Membeli Saham

Modal untuk membeli saham sangat ditentukan oleh tiga faktor, yaitu harga saham perusahaan yang akan diakuisisi, komisi untuk transaksi efek dan jumlah saham yang akan diakuisisi.

Saat ini mungkin untuk mulai membeli saham di BEI dengan modal sekitar Rp 100.000 untuk pemula.

Misalnya pada bulan Januari 2020, seseorang bernama A ingin membeli 2 lot saham PT ABCD dengan harga Rp 1.000 per lembar. Sementara itu, perusahaan sekuritas menetapkan biaya transaksi sebesar 0,3%.

Ini berarti bahwa total modal yang dibutuhkan adalah Rp200.600. Rincian: Rp 200.000 untuk membeli saham (2 lot x 100 saham x Rp 1000). Kemudian biaya Rp600 yang berasal dari biaya transaksi 0,3% x Rp200.000.

Kemudian, setahun kemudian, atau pada Januari 2021, A memutuskan untuk menjual 2 lot saham PT ABCD miliknya. Harga saham PT ABCD naik menjadi Rp 1.200 per saham.

Dalam transaksi penjualan saham, transaksi yang dilakukan oleh A dikenakan biaya transaksi sebesar 0,3% dan pajak penghasilan transaksi penjualan sebesar 0,1%. Jadi, jumlah total uang yang akan diterima A dari penjualan saham PT ABCD adalah Rp239.040.

Secara khusus, A menerima Rp240.000 dari saham PT ABCD yang dijual (2 lot x 100 saham x Rp1.200). Transaksi tersebut kemudian dipotong dari biaya transaksi sebesar Rp 720 (0,3% x Rp 240.000) dan pajak penghasilan sebesar Rp 240 (0,1% x Rp 240.000).

Jangan ragu untuk berkonsultasi atau bertanya sekuritas jika investor pemula, seperti cara membeli saham (cara membeli saham) yang sesuai dengan modal Anda.

Bersikaplah proaktif dalam mencari informasi dan meneliti saham-saham perusahaan yang memiliki prospek bagus untuk diinvestasikan dalam portofolio investasi Anda.

Biasanya, setiap perusahaan sekuritas menyediakan berbagai analisis prospek saham secara gratis. Informasi ini dapat ditemukan di website atau aplikasi jual beli saham.

Selain itu, agar berhasil berinvestasi di saham, investor pemula disarankan untuk mempelajari berbagai analisis saham, seperti analisis teknikal dan analisis fundamental.

Investerbaik
Logo