Leasing adalah: Pengertian, Jenis, Keuntungan dan Kerugiannya

Sistem perkreditan di Indonesia semakin berkembang, sehingga leasing semakin banyak dilakukan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan barang modal.

Namun, tahukah Anda apa itu leasing? Agar tidak bingung, yuk langsung saja kita simak ulasan lengkap mengenai pengertian leasing, jenis, kelebihan kekurangan dan contoh perusahaannya di bawah ini!

Apa itu Leasing?

Leasing atau sewa guna usaha adalah suatu bentuk pembiayaan peralatan atau barang modal dalam bentuk hak opsi atau tanpa hak opsi, yang digunakan kepada pelanggan untuk jangka waktu tertentu, yang pembayarannya dilakukan dengan cara mencicil atau angsuran.

Beberapa ahli berpendapat bahwa pengertian sewa guna usaha adalah suatu bentuk perjanjian yang dibuat oleh pemilik aset atau barang dengan pelanggannya. Dalam hal ini, pemilik aset akan disebut lessor, dan pemilik klien akan disebut lessee.

Nantinya, lessor akan menyediakan barang atau modal yang dibutuhkan oleh lessee untuk operasi manufaktur. Sebagai imbalannya, penyewa harus melakukan pembayaran kepada pemilik dengan mencicil.

Sementara itu, berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 1169/KMK.01/1991, pengertian sewa guna usaha atau leasing adalah suatu kegiatan pembayaran berupa pemberian aset produksi untuk disewakan, hak opsi atau hak tanpa opsi yang digunakan oleh pelanggan untuk jangka waktu tertentu atas dasar pembayaran yang dilakukan secara mencicil.

Berdasarkan penjelasan tersebut, sewa guna usaha memiliki delapan unsur utama, yaitu pembiayaan perusahaan, pembiayaan perusahaan, penyediaan aset tetap, pembayaran selama jangka waktu tertentu, nilai sisa yang disepakati, hak suara, pembayaran berkala, keberadaan lessor, dan ketiga. berpesta. penyewa.

Jenis-jenis Leasing

Jenis-jenis Leasing

Dalam proses pelaksanaannya, leasing dapat dibedakan menjadi lima jenis. Kelima jenis sewa guna usaha tersebut adalah sebagai berikut.

1

Capital Lease

Sewa modal adalah jenis perusahaan sewa guna usaha yang didirikan oleh lembaga keuangan. Jenis leasing ini biasanya dapat melayani klien yang membutuhkan kebebasan untuk mengidentifikasi barang atau modal dengan karakteristik tertentu.

Ketika dijual, lessor akan menyediakan dana untuk membayar barang yang dibutuhkan pemasok, yang kemudian akan ditransfer ke lessee. Kedepannya, pemilik lahan akan menerima ganti rugi berupa pelanggan berupa pembayaran angsuran dalam jangka waktu tertentu dengan kesepakatan bersama.

2

Operating Lease

Sewa operasi adalah jenis perusahaan sewa guna usaha di mana lessor membeli barang untuk disewakan kepada pelanggan untuk jangka waktu tertentu. Untuk melakukan ini, pelanggan hanya perlu membayar sewa barang, biaya barang dan biaya lainnya ditanggung oleh lessor.

3

Type of Sale Lease

Type of sale Leasing atau sewa guna usaha penjualan adalah jenis sewa guna usaha yang biasanya dilakukan oleh perusahaan industri yang menjual barang dari produknya. Ada dua jenis pendapatan yang dapat diakui, yaitu pendapatan dari penjualan barang dan pendapatan dari bunga pembelian selama masa sewa.

4

Leverage Lease

Leverage lease adalah jenis perusahaan leasing yang melibatkan pihak ketiga. Ini berarti bahwa lessor membayar untuk objek yang disewa tidak begitu banyak 100%, tetapi kira-kira dari 20% hingga 40%. Sisanya akan diurus oleh pihak ketiga.

5

Cross Border Lease

Cross-border leasing adalah jenis perusahaan sewa guna usaha yang dilakukan antar negara. Artinya, pemilik dan penyewa tidak berada di negara yang sama, tetapi di dua negara yang berbeda. Biasanya, hanya barang dengan nilai nominal yang sangat tinggi, seperti produk penerbangan Airbus atau Boeing, yang disewakan ke dalam jenis leasing ini.

Keuntungan dan Kerugian Leasing

Adanya kegiatan pengadaan atau permodalan pada leasing tentunya akan memudahkan perusahaan untuk memperoleh barang yang dibutuhkannya. Beberapa manfaat dan keuntungan yang akan diperoleh perusahaan dari melakukan kegiatan sewa guna usaha adalah sebagai berikut:

Kelebihan Leasing:

  • Fleksibel. Diagram struktur kontrak yang terdapat dalam perjanjian sewa menyewa dapat disesuaikan dengan kebutuhan penyewa. Dengan cara ini, jangka waktu sewa dan nominal biaya yang akan dikeluarkan dapat disesuaikan dengan kondisi keuangan klien.
  • Tidak Perlu Dijamin. Kepemilikan yang sah dari aset sewaan dan pembayaran sewa menurut pendapat aset dapat digunakan sebagai jaminan untuk sewa.
  • Penghematan Modal. Lembaga biasanya menyediakan dana hingga 100% untuk klien. Dengan demikian, lessee dapat menggunakan dana tersebut untuk kebutuhan lain guna meningkatkan produktivitas perusahaan.
  • Pelayanan cepat. Secara umum, prosedur pembiayaan akan memakan waktu yang cukup singkat. Mulai dari sistem pengadaan hingga implementasinya. Dengan kemudahan tersebut, ia akan mampu meningkatkan efisiensi waktu kegiatan perusahaan sehingga bisa lebih produktif.
  • Hindari inflasi. Dalam kegiatan leasing, nasabah dapat terhindar dari kerugian akibat inflasi, karena pembayaran akan dilakukan sesuai dengan unit keuangan yang disepakati.
  • Dilindungi oleh hukum. Pemilik dan penyewa akan mendapatkan kepastian hukum melalui aturan yang tidak dapat dibatalkan meskipun menghadapi perubahan kondisi keuangan.
  • Cara mendapatkan aset. Sisi leasing sering digunakan sebagai satu-satunya pilihan utama ketika perusahaan ingin memodernisasi produktivitas tetapi menghadapi kesulitan pendanaan.

Kerugian Leasing:

  • Ada penalti. Untuk keterlambatan pembayaran kepada pemilik, penyewa akan didenda. Karena pemilik tidak ingin mengalami kerugian, maka denda yang dikenakan bersifat harian dan akan selalu terakumulasi sampai penyewa membayar kewajibannya.
  • Penyitaan. Jika penyewa secara konsisten gagal melakukan pembayaran dalam jangka waktu hingga 2 bulan sejak tanggal jatuh tempo, pemilik akan menyita aset yang semula dialihkan kepada penyewa.
  • Penalti. Hukuman timbul ketika penyewa memutuskan untuk melakukan pelunasan lebih awal atau lebih awal di pihak pemilik. Faktanya, pelunasan lebih awal ini tidak akan menghasilkan bunga atau pembayaran yang lebih rendah. Namun, penyewa dianggap tidak memenuhi kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya, oleh karena itu, pelunasan lebih awal tersebut dianggap sebagai pelanggaran, dan akan dikenakan denda kepada penyewa.

Istilah Dalam Dunia Leasing

Istilah Dalam Dunia Leasing

Ada beberapa istilah yang sering digunakan dalam transaksi leasing. Berdasarkan pengertian leasing di atas, dapat dibedakan istilah leasing sebagai berikut:

  • Lease: Sebuah perjanjian sewa untuk penggunaan properti dengan jumlah tertentu sewa untuk jangka waktu tertentu.
  • Lessee: Pelanggan atau pemakai berupa perorangan atau perusahaan yang menggunakan modal dari pembiayaan perusahaan leasing.
  • Lessor: Pemilik aset atau alat produksi yang kemudian akan disewakan.
  • Lease Term: Masa sewa bersifat mutlak dan tidak dapat dibatalkan.
  • Residual Value: nilai aset sewaan yang diharapkan akan digunakan pada akhir masa sewa.

Tujuan dan Fungsi Leasing

Tujuan Lease

Tujuan umum dari leasing adalah untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam kepemilikan barang modal, meskipun barang tersebut bernilai tinggi.

Selain itu, perusahaan leasing yang bergerak di bisnis ini tentunya akan mendapatkan keuntungan dari bunga pinjaman. Jadi, jika harga reguler sepeda motor yang Anda inginkan adalah Rp 17 juta, Anda mungkin harus membayar lessor untuk sepeda motor dengan harga yang lebih tinggi dari harga reguler karena sudah termasuk bunga pinjaman.

Fungsi Lease

Pada prinsipnya fungsi leasing sebenarnya hampir sama dengan fungsi bank, yaitu penyediaan pembiayaan jangka menengah untuk suatu produk. Bedanya, bank konvensional akan memberikan pinjaman secara tunai, sedangkan leasing memberikan pinjaman dalam bentuk barang, yang kemudian barang tersebut harus dicicil atau dicicil.

Misalnya saat membeli sepeda motor. Tanpa adanya pihak leasing, sepeda motor harus dibeli secara tunai, dan ini tentu memberatkan. Apalagi jika Anda seorang pekerja pabrik atau kantoran biasa, maka perlu waktu bertahun-tahun untuk membelinya.

Itu sebabnya leasing ada, yang memberi Anda kesempatan untuk memiliki sepeda motor tanpa membayar 100% tunai. Sebagai aturan, Anda hanya perlu melakukan setoran awal untuk transaksi awal. Jumlah pembayaran awal dapat bervariasi. Nantinya, Anda bisa membayar sisa kekurangan tersebut dengan cara mencicil atau mencicil selama jangka waktu yang telah disepakati.

Contoh Perusahaan Leasing di Indonesia

Ada cukup banyak contoh perusahaan leasing di Indonesia yang menawarkan berbagai layanan. Beberapa contoh perusahaan leasing yang saat ini ada di Indonesia adalah:

  • PT BCA Finance
  • PT Adira Dinamika Multi Finance, Tbk
  • PT Federal International Finance (FIF)
  • PT Oto Multi Artha, PT Astra Credit Companies (ACC)
  • PT Summit Oto Finance
  • PT Bussan Auto Finance (BAF)
  • PT Wahana Ottomitra Multiartha (WOM)

Kesimpulan Leasing

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan sewa guna usaha adalah suatu bentuk kegiatan pembiayaan sehubungan dengan peralatan atau barang modal berupa hak opsi atau tanpa hak opsi, yang digunakan untuk pelanggan untuk jangka waktu tertentu, bila pembayaran dilakukan secara mencicil atau mencicil.

Mengenai pengertian, tujuan, manfaat, fungsi leasing, sudah dibahas bersama di atas. Semoga dapat menambah wawasan anda khususnya bagi para pelaku bisnis yang berniat menggunakan jasa leasing.

Investerbaik
Logo