Emas sebagai Instrumen Investasi: Mengapa Harganya Naik dan Bagaimana Memanfaatkannya

Ditnov
Januari 5, 2026
21x Dilihat
Belajar Saham
Disclaimer Penting
Harap diperhatikan bahwa konten di Investerbaik.com hanya bersifat edukasi dan informasi. Kami TIDAK mengajak, menyarankan, atau memaksa kamu untuk membeli aset keuangan apapun (seperti saham, reksa dana, obligasi, aset kripto, dan lainnya). Segala keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan kamu.

Baca Penafian Lengkap →

Mengapa Harga Emas Sering Dianggap “Safe Haven”?

Halo para pembelajar keuangan di Investerbaik! Pernahkah kamu memperhatikan berita tentang kenaikan harga emas dan bertanya-tanya, “Kok bisa ya harga emas naik begitu?” Nah, dalam berita yang kita lihat, ‘Harga Emas Tinggi, Saldo Emas BSI Melonjak 261 Persen’, ini menunjukkan tren yang menarik. Kenaikan harga emas seringkali bukan hanya sekadar angka, tapi juga mencerminkan sentimen ekonomi dan kepercayaan investor. Mari kita bedah lebih dalam apa sebenarnya emas dalam dunia keuangan dan mengapa ia begitu istimewa.

1. Emas: Sejarah Panjang Sebagai Penyimpan Nilai

Emas telah dikenal dan dihargai oleh manusia selama ribuan tahun. Sejak zaman kuno, emas digunakan sebagai alat tukar, simbol kekayaan, dan perhiasan. Nilai intrinsiknya yang abadi membuatnya berbeda dari mata uang kertas yang nilainya bisa tergerus inflasi. Kemurnian dan kelangkaannya membuat emas selalu memiliki permintaan.

2. Peran Emas di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Salah satu alasan utama mengapa harga emas cenderung naik saat kondisi ekonomi tidak pasti adalah karena emas seringkali dianggap sebagai ‘safe haven’ atau aset pelarian yang aman. Ketika pasar saham bergejolak, inflasi meningkat, atau terjadi ketegangan geopolitik, investor cenderung beralih dari aset yang berisiko tinggi ke aset yang dianggap lebih stabil, seperti emas. Logam mulia ini dipercaya dapat mempertahankan nilainya bahkan ketika aset lain sedang anjlok.

Bayangkan begini: saat ekonomi sedang tidak baik, nilai mata uang suatu negara bisa saja melemah. Jika kamu punya tabungan dalam bentuk mata uang tersebut, nilainya juga bisa ikut tergerus. Nah, emas, karena sifatnya yang universal dan tidak terikat pada kebijakan moneter satu negara tertentu, cenderung lebih tahan banting dalam situasi seperti ini. Ketika orang-orang kehilangan kepercayaan pada sistem keuangan konvensional, emas menjadi pilihan untuk menyimpan aset mereka.

3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Harga Emas

Jadi, apa saja sih yang sebenarnya membuat harga emas bergerak naik atau turun? Ada beberapa faktor utama yang perlu kamu pahami:

a. Inflasi

Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum. Ketika inflasi tinggi, daya beli uang menurun. Di sinilah emas berperan. Banyak investor melihat emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Ketika inflasi naik, nilai riil dari uang kertas menurun, sementara emas, sebagai aset fisik yang langka, cenderung mempertahankan atau bahkan meningkatkan nilainya.

Contohnya, jika dulu dengan Rp100.000 kamu bisa membeli 5 kg beras, tapi karena inflasi, sekarang kamu hanya bisa membeli 4 kg beras dengan jumlah yang sama. Nah, jika kamu punya emas, nilainya mungkin tidak tergerus sedalam nilai uang tunaimu. Investor akan membeli emas untuk melindungi kekayaan mereka dari tergerusnya nilai oleh inflasi.

b. Kebijakan Moneter Bank Sentral

Bank sentral, seperti Bank Indonesia, memiliki peran besar dalam mengelola suplai uang dan suku bunga. Ketika suku bunga bank sentral rendah, biaya peluang untuk memegang emas (yang tidak menghasilkan bunga) menjadi lebih rendah. Ini membuat emas lebih menarik bagi investor. Sebaliknya, jika suku bunga naik, imbal hasil dari instrumen investasi lain (seperti obligasi) menjadi lebih menarik, sehingga bisa mengurangi minat pada emas.

Selain itu, bank sentral juga terkadang membeli atau menjual emas dari cadangan devisa mereka. Jika bank sentral dunia banyak membeli emas, ini bisa meningkatkan permintaan dan mendorong harga naik.

c. Permintaan Industri dan Perhiasan

Meskipun emas lebih dikenal sebagai aset investasi, ia juga memiliki kegunaan dalam industri (misalnya, dalam elektronik dan kedokteran) dan tentu saja, sebagai perhiasan. Peningkatan permintaan dari sektor-sektor ini juga dapat memengaruhi harga emas. Jika permintaan perhiasan meningkat pesat, misalnya menjelang hari raya atau musim pernikahan, ini bisa turut mendorong kenaikan harga emas.

d. Nilai Dolar Amerika Serikat

Emas secara global diperdagangkan dalam Dolar AS. Seringkali, ada korelasi terbalik antara nilai Dolar AS dan harga emas. Ketika Dolar AS melemah, emas cenderung menjadi lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain, sehingga dapat meningkatkan permintaan dan mendorong harga naik. Sebaliknya, Dolar AS yang menguat bisa membuat emas lebih mahal dan mengurangi permintaan.

e. Geopolitik dan Ketidakpastian Global

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, momen-momen ketegangan politik, konflik antar negara, atau ketidakstabilan ekonomi global adalah waktu-waktu emas biasanya bersinar. Investor yang cemas akan mencari aset yang aman. Emas, dengan sejarahnya sebagai penyimpan nilai yang andal, menjadi pilihan utama.

4. Apa Artinya ‘Saldo Emas BSI Melonjak 261 Persen’?

Dalam konteks berita yang kamu lihat, ‘Saldo Emas BSI Melonjak 261 Persen’ mengindikasikan bahwa banyak nasabah Bank Syariah Indonesia (BSI) yang meningkatkan kepemilikan atau saldo emas mereka. Ini bisa terjadi karena dua alasan utama yang saling berkaitan:

  • Kenaikan Harga Emas: Jika harga emas per gram meningkat tajam, otomatis nilai total simpanan emas seseorang akan ikut melonjak, meskipun jumlah gram emasnya tidak bertambah.
  • Peningkatan Pembelian Emas: Selain karena kenaikan harga, lonjakan saldo juga bisa berarti nasabah BSI secara aktif menambah pembelian emas. Ini menunjukkan bahwa masyarakat cenderung berlomba-lomba membeli emas ketika harganya sedang tinggi atau diprediksi akan terus naik, terutama di tengah sentimen ketidakpastian ekonomi. Mereka melihat kenaikan harga sebagai peluang atau memang sedang berinvestasi di emas.

Lonjakan 261 persen adalah angka yang sangat signifikan. Ini bisa jadi karena kombinasi kedua faktor di atas, atau salah satu faktor mendominasi. Namun, yang jelas, ini adalah sinyal kuat bahwa emas sedang diminati sebagai instrumen investasi oleh masyarakat.

5. Bagaimana Memanfaatkan Emas sebagai Investasi?

Melihat antusiasme terhadap emas, kamu mungkin tertarik untuk memilikinya. Emas bisa menjadi bagian dari diversifikasi portofolio investasimu. Berikut beberapa cara untuk berinvestasi dalam emas:

a. Emas Fisik (Batangan atau Koin)

Ini adalah cara paling tradisional. Kamu membeli emas dalam bentuk fisik, misalnya batangan emas bersertifikat dari lembaga terpercaya seperti PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau UBS. Keuntungannya, kamu memegang aset fisik itu sendiri. Kerugiannya, kamu perlu tempat penyimpanan yang aman dan ada biaya tambahan jika ingin menjualnya kembali (misalnya, biaya pengujian kemurnian).

b. Tabungan Emas

Banyak platform keuangan digital dan beberapa bank syariah (seperti yang disebutkan dalam berita, BSI) menawarkan fasilitas tabungan emas. Kamu bisa membeli emas dalam satuan gram yang sangat kecil (mulai dari 0,01 gram) dan emasnya disimpan secara digital oleh pihak ketiga yang terpercaya. Ini memudahkan kamu untuk memulai investasi emas dengan modal kecil dan tanpa perlu khawatir soal penyimpanan.

c. Emas Digital

Mirip dengan tabungan emas, emas digital memungkinkan kamu untuk membeli dan menjual emas secara online tanpa perlu memegang emas fisiknya. Transaksinya cepat dan mudah melalui aplikasi.

d. Exchange Traded Funds (ETF) Emas

Bagi kamu yang sudah lebih mahir berinvestasi di pasar modal, ETF emas bisa menjadi pilihan. ETF emas adalah reksa dana yang diperdagangkan di bursa efek dan mayoritas asetnya adalah emas fisik atau instrumen yang terkait dengan pergerakan harga emas.

6. Risiko dan Pertimbangan Penting

Meskipun emas seringkali dianggap aman, bukan berarti tanpa risiko. Penting untuk diingat:

  • Volatilitas Harga: Harga emas bisa berfluktuasi. Kenaikan yang cepat bisa saja diikuti penurunan. Jangan pernah berinvestasi hanya karena tren sesaat tanpa riset mendalam.
  • Tidak Menghasilkan Pendapatan Pasif: Berbeda dengan saham yang bisa memberikan dividen atau properti yang bisa disewakan, emas fisik tidak menghasilkan pendapatan pasif. Keuntunganmu hanya berasal dari selisih harga jual dan beli.
  • Biaya: Ada biaya yang terkait dengan pembelian, penyimpanan (jika fisik), dan penjualan emas.
  • Perlu Pengetahuan: Memahami faktor-faktor yang memengaruhi harga emas sangat penting agar kamu bisa membuat keputusan investasi yang tepat.

Secara keseluruhan, emas bisa menjadi pilihan yang bijak untuk diversifikasi portofolio investasi, terutama di saat ketidakpastian ekonomi. Dengan memahami sejarahnya, faktor-faktor yang memengaruhinya, dan cara berinvestasi, kamu bisa memanfaatkan potensi emas sebagai penyimpan nilai dan pelindung kekayaanmu. Terus belajar dan berinvestasi dengan bijak, ya!

Disclaimer: Investerbaik adalah media informasi dan edukasi, bukan manajer investasi. Segala keputusan investasi ada di tangan Kamu.

Ditulis Oleh

Ditnov

Seorang blogger, wordpress designer dan investor pemula yang ingin berbagi sedikit ilmunya mengenai investasi dan keuangan.

Market Live

Update
🟡 Harga Emas
Spot IDR
per gram
Rp 2.401.997 ▲ 0.20%
Spot USD
per ounce
$ 4.451,93 ▲ 0.20%
Harga Antam
estimasi butik
Rp 2.486.067 ▲ 0.20%
Buyback
jual kembali
Rp 2.305.917 ▲ 0.20%
Perhiasan
kadar 24k
Rp 2.642.197 ▲ 0.20%
🟢 Harga Kripto
BTC
Bitcoin
Rp 1.555.846.638 -0.46%
ETH
Ethereum
Rp 54.611.986 +1.44%
SOL
Solana
Rp 2.334.155 +1.03%
BNB
BNB
Rp 15.359.707 +1.23%
USDT
Tether
Rp 16.769 +0.10%

Langganan Artikel Terbaru

Dapatkan edukasi dan informasi terbaru seputar investasi dan keuangan langsung ke inbox kamu.

📅 Kalender Ekonomi

Waktu Indonesia Barat (WIB)