Mengenal Investasi Bodong dan Cara Menghindarinya

Ditnov
Januari 2, 2026
307x Dilihat
Belajar Saham
Disclaimer Penting
Harap diperhatikan bahwa konten di Investerbaik.com hanya bersifat edukasi dan informasi. Kami TIDAK mengajak, menyarankan, atau memaksa kamu untuk membeli aset keuangan apapun (seperti saham, reksa dana, obligasi, aset kripto, dan lainnya). Segala keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan kamu.

Baca Penafian Lengkap →

InvesterbaikInvestasi bodong atau penipuan berkedok investasi belakangan ini semakin marak, terutama melalui platform digital seperti Telegram. Modus operandinya pun semakin beragam dan canggih, membuat banyak orang awam mudah terjebak. Penting bagi kamu untuk memahami apa itu investasi bodong dan bagaimana cara melindunginya agar tidak menjadi korban berikutnya.

Investasi bodong adalah tawaran untuk melakukan investasi yang memberikan imbal hasil sangat tinggi dalam waktu singkat, namun sebenarnya tidak memiliki aset dasar yang jelas atau bahkan tidak ada sama sekali. Tujuan utamanya adalah menipu investor untuk mendapatkan uang mereka tanpa memberikan keuntungan yang dijanjikan, bahkan seringkali menguras habis seluruh modal yang ditanamkan.

Salah satu ciri utama investasi bodong adalah janji keuntungan yang tidak masuk akal. Di dunia investasi yang sehat, keuntungan selalu sebanding dengan risiko yang diambil. Jika ada tawaran keuntungan yang jauh lebih tinggi dari rata-rata pasar, hampir dapat dipastikan itu adalah jebakan.

Modus operandi investasi bodong seringkali memanfaatkan rasa FOMO (Fear Of Missing Out) atau ketakutan ketinggalan momen. Pelaku akan menciptakan kesan bahwa kesempatan ini sangat terbatas dan akan segera hilang jika tidak segera diikuti. Mereka juga sering menggunakan testimoni palsu dari orang-orang yang mengaku telah mendapatkan keuntungan besar.

Platform digital seperti Telegram menjadi sarang empuk bagi para pelaku investasi bodong karena kemudahan dalam membuat grup, menyebarkan informasi, dan berkomunikasi secara tertutup. Mereka bisa dengan mudah membuat akun palsu, menggunakan nama perusahaan yang sudah ada, atau bahkan menciptakan nama perusahaan fiktif yang terdengar meyakinkan.

Cara kerja scam Telegram palsu ini biasanya dimulai dengan undangan masuk ke grup Telegram. Di sana, mereka akan mempromosikan investasi dengan janji keuntungan harian atau mingguan yang sangat menggiurkan. Pelaku akan meminta transfer dana ke rekening pribadi atau atas nama perusahaan yang belum terdaftar secara resmi.

Setelah dana terkumpul dari banyak korban, pelaku akan menghilang begitu saja. Website atau nomor kontak yang sebelumnya aktif akan mati, dan uang investor tidak akan pernah kembali. Ini adalah kerugian besar yang bisa merusak finansial seseorang, bahkan seluruh keluarganya.

Mengapa Investasi Bodong Menarik Perhatian?

Investasi bodong bisa sangat menarik karena menawarkan jalan pintas menuju kekayaan. Dalam situasi ekonomi yang sulit, banyak orang mencari cara cepat untuk meningkatkan pendapatan mereka, dan janji keuntungan besar tanpa usaha berarti sangat menggoda.

Ditambah lagi, pelaku investasi bodong sangat ahli dalam manipulasi psikologis. Mereka tahu cara membangkitkan rasa serakah dan ketakutan dalam diri calon korban. Dengan strategi pemasaran yang agresif dan meyakinkan, mereka berhasil menarik perhatian banyak orang.

Ciri-Ciri Investasi Bodong yang Perlu Diwaspadai

1. Janji Keuntungan Tidak Wajar
Ini adalah ciri paling kentara. Tawaran keuntungan yang jauh di atas rata-rata pasar, misalnya 10-20% per bulan, tanpa risiko atau risiko sangat kecil, patut dicurigai.

2. Tidak Memiliki Izin Resmi
Setiap kegiatan investasi yang legal di Indonesia harus mendapatkan izin dari otoritas yang berwenang, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Jika tidak ada izin, itu patut dicurigai.

3. Skema Ponzi atau Piramida
Banyak investasi bodong beroperasi dengan skema Ponzi, di mana keuntungan investor dibayar dari uang investor baru, bukan dari hasil investasi yang sebenarnya. Skema ini akan runtuh ketika tidak ada lagi investor baru yang masuk.

4. Kurangnya Transparansi
Pelaku investasi bodong cenderung tidak transparan mengenai detail operasional, aset yang diinvestasikan, atau laporan keuangan. Mereka seringkali menghindar dari pertanyaan-pertanyaan teknis.

5. Meminta Uang Melalui Rekening Pribadi
Investasi yang sah biasanya menggunakan rekening atas nama perusahaan yang terdaftar. Jika kamu diminta mentransfer uang ke rekening pribadi, itu adalah tanda bahaya besar.

6. Tekanan untuk Investasi Cepat
Mereka seringkali menciptakan urgensi, mendesak kamu untuk segera mentransfer dana sebelum kesempatan hilang. Ini bertujuan agar kamu tidak sempat berpikir panjang dan melakukan riset.

Bagaimana Cara Melindungi Diri dari Investasi Bodong?

1. Selalu Cek Legalitas
Sebelum berinvestasi, pastikan perusahaan atau platform tersebut memiliki izin resmi dari OJK atau lembaga berwenang lainnya. Kamu bisa memeriksanya langsung di website OJK atau menghubungi kontak mereka.

2. Pahami Produk Investasinya
Jangan pernah berinvestasi pada sesuatu yang tidak kamu pahami. Pelajari cara kerja produk investasi tersebut, aset dasarnya, dan potensi risikonya. Jika terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, kemungkinan besar memang begitu.

3. Bandingkan dengan Penawaran Lain
Lakukan riset dan bandingkan imbal hasil yang ditawarkan dengan investasi sejenis yang legal. Jika ada perbedaan yang sangat signifikan, patut dicurigai.

4. Jangan Tergiur Keuntungan Besar dan Cepat
Ingatlah bahwa investasi selalu melibatkan risiko. Keuntungan besar biasanya datang dengan risiko besar pula. Hindari tawaran yang menjanjikan keuntungan instan tanpa usaha berarti.

5. Curigai Permintaan Informasi Pribadi Berlebihan
Meskipun diperlukan data diri untuk pembukaan akun, waspadai jika pelaku meminta informasi yang sangat sensitif secara tidak wajar atau berlebihan.

6. Gunakan Akal Sehat dan Jangan Terburu-buru
Jika ada tawaran yang terasa janggal atau membuatmu ragu, jangan ragu untuk menolaknya. Jangan pernah merasa sungkan untuk mengatakan ‘tidak’ demi melindungi asetmu.

7. Manfaatkan Sumber Informasi Terpercaya
Cari informasi dari sumber yang kredibel seperti media keuangan yang terpercaya, website resmi lembaga keuangan, atau konsultasi dengan perencana keuangan yang bersertifikat.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Terlanjur Menjadi Korban?

Jika kamu atau orang terdekatmu sudah terlanjur menjadi korban investasi bodong, segera lakukan langkah-langkah berikut. Pertama, kumpulkan semua bukti transaksi, komunikasi, dan informasi terkait investasi tersebut. Bukti-bukti ini sangat penting untuk proses selanjutnya.

Kedua, laporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib, seperti Kepolisian Republik Indonesia (Polri), terutama unit yang menangani kejahatan siber atau penipuan. Laporan ini akan menjadi dasar untuk penyelidikan lebih lanjut.

Ketiga, laporkan juga kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui kontak resmi mereka. OJK memiliki peran dalam mengawasi aktivitas investasi dan bisa memberikan informasi atau tindakan preventif selanjutnya, meskipun OJK tidak bisa mengembalikan dana yang hilang.

Terakhir, bagikan pengalamanmu (dengan bijak) kepada orang lain agar mereka tidak mengalami hal serupa. Edukasi dan kesadaran adalah senjata terbaik untuk melawan investasi bodong. Dengan kewaspadaan dan pengetahuan yang memadai, kamu bisa terhindar dari jebakan investasi bodong yang merugikan.

Disclaimer: Artikel ini ditulis otomatis oleh AI Investerbaik.

Ditulis Oleh

Ditnov

Seorang blogger, wordpress designer dan investor pemula yang ingin berbagi sedikit ilmunya mengenai investasi dan keuangan.

Market Live

Update
🟡 Harga Emas
Spot IDR
per gram
Rp 2.787.213 ▲ 0.59%
Spot USD
per ounce
$ 5.149,51 ▲ 0.59%
Harga Antam
estimasi butik
Rp 2.884.766 ▲ 0.59%
Buyback
jual kembali
Rp 2.675.725 ▲ 0.59%
Perhiasan
kadar 24k
Rp 3.065.935 ▲ 0.59%
🟢 Harga Kripto
BTC
Bitcoin
Rp 1.065.627.963 -3.57%
ETH
Ethereum
Rp 30.760.201 -2.60%
SOL
Solana
Rp 1.295.719 -2.57%
BNB
BNB
Rp 9.923.286 -1.36%
USDT
Tether
Rp 16.830 +0.19%

Langganan Artikel Terbaru

Dapatkan edukasi dan informasi terbaru seputar investasi dan keuangan langsung ke inbox kamu.

📅 Kalender Ekonomi

Waktu Indonesia Barat (WIB)
  • Belum ada agenda dalam waktu dekat.