Panduan Lengkap Dividen Saham: Apa Itu, Kenapa Penting, dan Cara Mendapatkannya

Ditnov
Januari 5, 2026
24x Dilihat
Belajar Saham
Disclaimer Penting
Harap diperhatikan bahwa konten di Investerbaik.com hanya bersifat edukasi dan informasi. Kami TIDAK mengajak, menyarankan, atau memaksa kamu untuk membeli aset keuangan apapun (seperti saham, reksa dana, obligasi, aset kripto, dan lainnya). Segala keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan kamu.

Baca Penafian Lengkap →

Pengantar: Apa Itu Dividen Saham?

Hai, para investor dan calon investor! Kamu mungkin sering mendengar berita tentang perusahaan yang membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya, seperti kabar dari PT Chandra Daya Investama (CDIA) yang membagikan dividen Rp 1,34 per lembar saham. Tapi, sebenarnya apa sih dividen itu? Dan kenapa hal ini penting untuk kamu ketahui?

Secara sederhana, dividen adalah bagian dari keuntungan atau laba bersih perusahaan yang dibagikan kepada para pemegang sahamnya. Bayangkan begini: ketika kamu membeli saham sebuah perusahaan, sebenarnya kamu sedang membeli sebagian kecil dari kepemilikan perusahaan tersebut. Nah, sebagai pemilik, kamu berhak mendapatkan bagian dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan, jika perusahaan memutuskan untuk membagikannya.

Tidak semua perusahaan membagikan dividen. Ada perusahaan yang memilih untuk menahan seluruh keuntungannya untuk diinvestasikan kembali ke dalam bisnis (misalnya untuk ekspansi, penelitian dan pengembangan, atau membayar utang) agar bisa tumbuh lebih cepat di masa depan. Namun, banyak juga perusahaan yang sudah mapan dan stabil secara finansial memilih untuk secara rutin membagikan dividen sebagai bentuk apresiasi kepada investor mereka dan untuk menarik investor baru.

Jenis-Jenis Dividen

Meskipun yang paling umum adalah dividen tunai, ada beberapa jenis dividen yang perlu kamu ketahui:

Dividen Tunai (Cash Dividend)

Ini adalah jenis dividen yang paling sering kamu dengar dan alami. Perusahaan membayarkan dividen dalam bentuk uang tunai langsung ke rekening bank investor. Seperti contoh dividen CDIA tadi, Rp 1,34 per lembar saham itu adalah dividen tunai. Ini adalah bentuk pengembalian modal yang paling langsung dan seringkali sangat disukai oleh investor yang mencari pendapatan pasif.

Dividen Saham (Stock Dividend)

Berbeda dengan dividen tunai, dividen saham tidak dibayarkan dalam bentuk uang, melainkan dalam bentuk saham tambahan dari perusahaan yang sama. Misalnya, jika kamu memiliki 100 lembar saham dan perusahaan mengumumkan dividen saham 10%, maka kamu akan menerima 10 lembar saham tambahan. Meskipun jumlah uang tunai di tanganmu tidak bertambah, jumlah kepemilikanmu di perusahaan tersebut menjadi lebih besar. Ini bisa menjadi strategi perusahaan untuk menjaga kas agar tetap bisa digunakan untuk operasional atau investasi.

Dividen Properti (Property Dividend)

Jenis dividen ini sangat jarang terjadi. Perusahaan membagikan aset non-tunai kepada pemegang saham, seperti produk, properti, atau saham perusahaan lain yang mereka miliki. Biasanya terjadi dalam kasus yang sangat spesifik, misalnya ketika perusahaan ingin melakukan spin-off atau mendivestasi sebagian asetnya.

Dividen Likuidasi (Liquidating Dividend)

Dividen ini dibayarkan ketika sebuah perusahaan memutuskan untuk dilikuidasi atau dibubarkan. Dana yang dibagikan bukan berasal dari keuntungan, melainkan dari pengembalian modal awal investor atau hasil penjualan aset perusahaan. Ini bukan dividen yang dibayarkan secara rutin dan biasanya menandakan akhir dari operasional perusahaan.

Dividen Khusus (Special Dividend)

Kadang-kadang, perusahaan yang memiliki keuntungan luar biasa besar dalam satu periode tertentu (misalnya karena penjualan aset besar atau pendapatan tak terduga) bisa memutuskan untuk membagikan dividen khusus. Dividen ini biasanya di luar kebijakan dividen reguler perusahaan dan bersifat one-off atau tidak berulang.

Mengapa Dividen Penting bagi Investor?

Dividen bukan sekadar angka di laporan keuangan, lho. Bagi investor, dividen punya beberapa manfaat penting:

Sumber Pendapatan Pasif

Ini adalah alasan utama banyak investor menyukai saham dividen. Dividen memberikan aliran pendapatan rutin tanpa kamu harus menjual sahammu. Ini sangat menarik bagi pensiunan atau investor yang mencari pendapatan tambahan dari portofolio investasi mereka.

Sinyal Kesehatan Keuangan Perusahaan

Perusahaan yang mampu membayar dividen secara konsisten seringkali dianggap memiliki fundamental yang kuat dan kondisi keuangan yang stabil. Membayar dividen membutuhkan kas yang cukup, jadi ini adalah indikator positif bahwa perusahaan tersebut mengelola keuangannya dengan baik dan menghasilkan keuntungan yang berkelanjutan.

Mengurangi Risiko Investasi (dalam jangka panjang)

Saham dividen cenderung lebih stabil dan kurang volatil dibandingkan saham-saham pertumbuhan yang tidak membayar dividen. Dividen juga bisa berfungsi sebagai ‘bantalan’ saat pasar saham sedang lesu. Meskipun harga saham mungkin turun, kamu tetap mendapatkan pendapatan dari dividen.

Komponen Total Return

Total return dari sebuah investasi saham tidak hanya berasal dari kenaikan harga saham (capital gain), tetapi juga dari dividen yang kamu terima. Dalam jangka panjang, dividen bisa menjadi kontributor yang signifikan terhadap total keuntungan investasi kamu.

Istilah Penting dalam Dividen Saham

Untuk memahami jadwal dividen seperti yang diumumkan CDIA, kamu perlu tahu beberapa istilah kunci ini:

Cum Date (Tanggal Cum Dividen)

Ini adalah hari terakhir di mana kamu harus memiliki saham untuk berhak mendapatkan dividen. Jika kamu membeli saham pada tanggal ini atau sebelumnya, kamu akan mendapatkan dividen. Misalnya, jika cum date adalah tanggal 10, kamu harus sudah punya sahamnya di rekeningmu pada akhir tanggal 10.

Ex Date (Tanggal Ex Dividen)

Ini adalah hari pertama setelah cum date. Jika kamu membeli saham pada ex date atau setelahnya, kamu tidak akan berhak mendapatkan dividen yang akan dibayarkan tersebut. Biasanya, harga saham perusahaan cenderung turun sedikit pada ex date karena hak dividen sudah terpisah dari sahamnya.

Recording Date (Tanggal Pencatatan)

Pada tanggal ini, perusahaan akan mencatat siapa saja investor yang berhak menerima dividen berdasarkan data kepemilikan saham di bursa. Ini adalah daftar final penerima dividen.

Payment Date (Tanggal Pembayaran)

Ini adalah tanggal di mana dividen akan dibayarkan atau ditransfer ke rekening bank investor yang berhak. Kamu akan melihat uang masuk di rekening dan juga di laporan portofolio investasimu.

Dividend Per Share (Dividen per Lembar Saham)

Angka ini menunjukkan berapa banyak dividen yang akan kamu terima untuk setiap lembar saham yang kamu miliki. Contoh CDIA Rp 1,34 per lembar saham adalah DPS. Jadi, jika kamu punya 1.000 lembar saham, kamu akan menerima 1.000 x Rp 1,34 = Rp 1.340.

Dividend Payout Ratio (Rasio Pembayaran Dividen)

Rasio ini menunjukkan berapa persen dari laba bersih perusahaan yang dibayarkan sebagai dividen. Rumusnya adalah Dividen yang Dibayarkan / Laba Bersih. Rasio pembayaran dividen yang sehat biasanya antara 30-70%. Rasio terlalu tinggi (mendekati 100%) bisa berarti perusahaan tidak menahan cukup laba untuk pertumbuhan di masa depan, sedangkan rasio terlalu rendah bisa berarti perusahaan kurang menghargai pemegang sahamnya.

Dividend Yield (Imbal Hasil Dividen)

Dividend Yield menunjukkan seberapa besar pendapatan dividen yang kamu dapatkan dibandingkan dengan harga saham saat ini. Rumusnya adalah (Dividen per Lembar Saham / Harga Saham) x 100%. Misalnya, jika DPS adalah Rp 100 dan harga saham Rp 2.000, maka dividend yield-nya adalah (100/2.000) x 100% = 5%. Angka ini penting untuk membandingkan potensi pendapatan dividen antar saham.

Proses Pembagian Dividen

Bagaimana sih sebuah perusahaan memutuskan dan membagikan dividen? Prosesnya biasanya begini:

  1. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS): Keputusan untuk membagikan dividen, berapa jumlahnya, dan kapan akan dibagikan, pertama-tama harus disetujui dalam RUPS. Direksi perusahaan akan mengusulkan, dan pemegang saham akan memberikan suara.
  2. Pengumuman: Setelah disetujui, perusahaan akan mengumumkan secara publik rencana pembagian dividen, termasuk jumlah dividen per lembar saham dan jadwal penting seperti cum date, ex date, recording date, dan payment date.
  3. Eksekusi Jadwal: Investor kemudian akan berpedoman pada jadwal yang telah diumumkan. Investor yang ingin mendapatkan dividen harus memastikan mereka memiliki saham tersebut hingga cum date.
  4. Pembayaran: Pada payment date, dividen akan secara otomatis ditransfer ke rekening dana nasabah (RDN) investor yang berhak.

Strategi Investasi Berbasis Dividen

Jika kamu tertarik untuk berinvestasi pada saham dividen, ada beberapa strategi yang bisa kamu pertimbangkan:

Mencari Saham Dividend Aristocrats atau Dividend Kings (Konsep Umum)

Di pasar global, ada istilah seperti ‘Dividend Aristocrats’ atau ‘Dividend Kings’ untuk perusahaan yang konsisten menaikkan dividennya selama puluhan tahun. Di Indonesia, kamu bisa mencari perusahaan-perusahaan yang memiliki rekam jejak pembayaran dividen yang konsisten dan meningkat dari waktu ke waktu. Ini menunjukkan kekuatan finansial dan komitmen perusahaan kepada pemegang sahamnya.

Pertimbangkan Kualitas Perusahaan, Bukan Hanya Dividend Yield Tinggi

Jangan mudah terpancing oleh saham dengan dividend yield yang sangat tinggi. Kadang-kadang, yield tinggi bisa disebabkan oleh harga saham yang anjlok drastis (karena masalah fundamental perusahaan), bukan karena dividennya yang besar. Selalu lakukan analisis fundamental pada perusahaan tersebut: apakah bisnisnya stabil, apakah pendapatannya konsisten, dan apakah prospeknya baik di masa depan?

Reinvestasi Dividen

Salah satu strategi yang sangat powerful adalah menginvestasikan kembali dividen yang kamu terima untuk membeli lebih banyak saham perusahaan yang sama atau perusahaan lain. Ini dikenal sebagai Dividend Reinvestment Program (DRIP). Dengan strategi ini, kamu bisa memanfaatkan kekuatan bunga majemuk, di mana dividenmu akan menghasilkan lebih banyak dividen lagi, mempercepat pertumbuhan portofoliomu dalam jangka panjang.

Pertimbangan Lain yang Perlu Kamu Tahu

Pajak Dividen

Dividen yang kamu terima di Indonesia dikenakan pajak penghasilan. Namun, mulai tahun 2021, ada perubahan aturan di mana dividen yang diterima oleh wajib pajak orang pribadi dalam negeri (OPDN) tidak akan dikenakan pajak sepanjang diinvestasikan kembali di dalam negeri dalam jangka waktu tertentu. Pastikan kamu memahami aturan perpajakan terbaru ini atau berkonsultasi dengan penasihat pajak.

Kebijakan Dividen Perusahaan

Setiap perusahaan memiliki kebijakan dividennya sendiri. Ada yang berkomitmen untuk membayar dividen secara rutin, ada yang hanya membayar jika laba memungkinkan, dan ada pula yang sama sekali tidak membayar dividen karena fokus pada pertumbuhan. Pelajari kebijakan dividen perusahaan yang kamu incar.

Volatilitas Harga Saham di Sekitar Tanggal Dividen

Seperti yang disebutkan sebelumnya, harga saham seringkali bergerak di sekitar tanggal cum date dan ex date. Pada ex date, harga saham cenderung turun sekitar jumlah dividen yang dibayarkan karena ‘nilai’ dividen sudah terpisah dari saham. Ini adalah hal yang wajar dan perlu kamu pahami agar tidak kaget.

Kesimpulan: Dividen, Investasi Jangka Panjang, dan Keuangan Kamu

Dividen adalah salah satu cara menarik bagi kamu untuk mendapatkan keuntungan dari investasi saham, selain dari potensi kenaikan harga saham itu sendiri. Memahami dividen, jenis-jenisnya, istilah-istilah terkait, dan bagaimana prosesnya adalah pengetahuan dasar yang penting bagi setiap investor. Dengan strategi yang tepat dan pemilihan perusahaan yang berkualitas, dividen bisa menjadi mesin pendapatan pasif yang powerful untuk mencapai tujuan keuangan jangka panjangmu. Terus belajar dan berinvestasi dengan cerdas, ya!

Disclaimer: Investerbaik adalah media informasi dan edukasi, bukan manajer investasi. Segala keputusan investasi ada di tangan Kamu.

Ditulis Oleh

Ditnov

Seorang blogger, wordpress designer dan investor pemula yang ingin berbagi sedikit ilmunya mengenai investasi dan keuangan.

Market Live

Update
🟡 Harga Emas
Spot IDR
per gram
Rp 2.401.997 ▲ 0.20%
Spot USD
per ounce
$ 4.451,93 ▲ 0.20%
Harga Antam
estimasi butik
Rp 2.486.067 ▲ 0.20%
Buyback
jual kembali
Rp 2.305.917 ▲ 0.20%
Perhiasan
kadar 24k
Rp 2.642.197 ▲ 0.20%
🟢 Harga Kripto
BTC
Bitcoin
Rp 1.555.846.638 -0.46%
ETH
Ethereum
Rp 54.611.986 +1.44%
SOL
Solana
Rp 2.334.155 +1.03%
BNB
BNB
Rp 15.359.707 +1.23%
USDT
Tether
Rp 16.769 +0.10%

Langganan Artikel Terbaru

Dapatkan edukasi dan informasi terbaru seputar investasi dan keuangan langsung ke inbox kamu.

📅 Kalender Ekonomi

Waktu Indonesia Barat (WIB)