Baca Penafian Lengkap →
Investerbaik – Mengawali pekan perdagangan hari ini, Senin (19/1/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membawa angin segar optimisme bagi para investor.
Pasar saham Indonesia sedang dalam tren bullish yang sangat kuat setelah data perdagangan terakhir menunjukkan IHSG berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang masa atau All Time High (ATH) baru. Momentum ini didorong oleh aliran deras dana asing dan lonjakan nilai transaksi harian.
Berikut adalah rangkuman kinerja pasar dan rekomendasi saham hari ini pilihan dari berbagai sekuritas terkemuka untuk perdagangan hari ini.
- Kilas Pasar, IHSG Tembus Level Psikologis 9.000
- Rangkuman Rekomendasi Saham Hari Ini (19 Januari 2026)
- 1. CGS International Sekuritas
- 2. BNI Sekuritas
- 3. Phintraco Sekuritas
- 4. MNC Sekuritas
- 5. BRI Danareksa Sekuritas
- 6. Philip Sekuritas
- 7. Panin Sekuritas
- 8. Mirae Asset Sekuritas
- Analisis Singkat, Saham Paling Banyak Direkomendasikan
Kilas Pasar, IHSG Tembus Level Psikologis 9.000
HSG menutup perdagangan pekan lalu dengan penguatan signifikan sebesar 1,55% ke level 9.075,4.
Sentimen pasar sangat positif dengan beberapa catatan rekor baru:
-
Level Tertinggi (High): IHSG sempat menembus level intraday 9.100.
-
Kapitalisasi Pasar: Nilai kapitalisasi pasar (Market Cap) BEI tembus Rp16.512 triliun.
-
Lonjakan Likuiditas: Rata-rata nilai transaksi harian melesat menjadi Rp32,68 triliun, naik dari pekan sebelumnya (Rp31,46 triliun).
-
Aliran Dana Asing: Sepanjang awal tahun 2026 ini, investor asing mencatatkan Net Buy (beli bersih) fantastis mencapai lebih dari Rp7 triliun.
Kondisi pasar yang sangat likuid dan tren kenaikan yang solid membuat saham-saham Blue Chip maupun Second Liner menjadi incaran untuk mendulang cuan hari ini.
Rangkuman Rekomendasi Saham Hari Ini (19 Januari 2026)
Merespons IHSG yang berhasil breakout ke zona ATH, sejumlah sekuritas besar merilis rekomendasi saham harian. Saham-saham ini dinilai memiliki potensi upside mengikuti tren kenaikan indeks.
Berikut adalah daftar lengkap saham pilihan dari 8 broker ternama:
1. CGS International Sekuritas
Fokus pada perbankan dan telekomunikasi:
-
ISAT (Indosat Ooredoo Hutchison)
-
BBTN (Bank Tabungan Negara)
-
BBYB (Bank Neo Commerce)
-
BMRI (Bank Mandiri)
-
BBRI (Bank Rakyat Indonesia)
-
BRIS (Bank Syariah Indonesia)
2. BNI Sekuritas
Rekomendasi variatif dari infrastruktur hingga energi:
-
ASII (Astra International)
-
CUAN (Petrindo Jaya Kreasi)
-
INET (Sinergi Inti Andalan)
-
DEWA (Darma Henwa)
-
BUVA (Bukit Uluwatu Villa)
-
INKP (Indah Kiat Pulp & Paper)
3. Phintraco Sekuritas
Menyoroti sektor ritel dan telekomunikasi:
-
BFIN (BFI Finance)
-
ISAT (Indosat Ooredoo Hutchison)
-
CDIA
-
MAPI (Mitra Adiperkasa)
-
TLKM (Telkom Indonesia)
-
SIDO (Sido Muncul)
4. MNC Sekuritas
Pilihan defensif dan properti:
-
CTRA (Ciputra Development)
-
ITMG (Indo Tambangraya Megah)
-
RAJA (Rukun Raharja)
-
KLBF (Kalbe Farma)
5. BRI Danareksa Sekuritas
-
DEWA (Darma Henwa)
-
AKRA (AKR Corporindo)
-
DAAZ
6. Philip Sekuritas
-
CYBR
-
BBYB (Bank Neo Commerce)
7. Panin Sekuritas
-
BBYB (Bank Neo Commerce)
-
EMTK (Elang Mahkota Teknologi)
-
AVIA (Avia Avian)
8. Mirae Asset Sekuritas
Fokus pada komoditas dan semen:
-
AALI (Astra Agro Lestari)
-
INTP (Indocement Tunggal Prakarsa)
-
MEDC (Medco Energi)
Analisis Singkat, Saham Paling Banyak Direkomendasikan
Dari daftar di atas, terlihat adanya konsensus (kesepakatan) dari beberapa broker terhadap saham-saham tertentu yang menarik untuk dipantau secara khusus hari ini:
-
BBYB (Bank Neo Commerce): Direkomendasikan oleh 3 Sekuritas (CGS, Philip, Panin). Menandakan adanya potensi teknikal rebound atau sentimen positif di sektor bank digital.
-
ISAT (Indosat): Direkomendasikan oleh 2 Sekuritas (CGS, Phintraco). Sektor telco masih menjadi primadona defensif.
-
DEWA (Darma Henwa): Direkomendasikan oleh 2 Sekuritas (BRI Danareksa, BNI). Menunjukkan minat pada sektor jasa pertambangan yang kembali menggeliat.
Artikel ini merupakan rangkuman informasi pasar modal dan rekomendasi dari berbagai sumber sekuritas. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor. Pelajari risiko sebelum melakukan transaksi jual beli saham.


