HBAR Terancam Koreksi: Double Top Terbentuk, Akankah Bitcoin Selamatkan?

Ditnov
Januari 1, 2026
6x Dilihat
Baca Berita Terbaru Seputar Emas  Saham  Kripto Dan Reksadana Di Investerbaik
Disclaimer Penting
Harap diperhatikan bahwa konten di Investerbaik.com hanya bersifat edukasi dan informasi. Kami TIDAK mengajak, menyarankan, atau memaksa kamu untuk membeli aset keuangan apapun (seperti saham, reksa dana, obligasi, aset kripto, dan lainnya). Segala keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan kamu.

Baca Penafian Lengkap →

Investerbaik – Dunia aset kripto memang tidak pernah sepi dari gejolak, dan kali ini perhatian kamu mungkin tertuju pada Hedera (HBAR).

Token HBAR baru-baru ini mencatat penurunan tipis dalam 24 jam terakhir. Hal ini terjadi karena sentimen bearish semakin kuat di kalangan investor.

Token tersebut diperdagangkan lebih rendah setelah gagal mempertahankan kenaikan sebelumnya. Situasi ini memicu kekhawatiran baru di pasar.

Kelemahan ini bisa memicu pola grafik bearish yang dikenal sebagai ‘double top’.

Pola ini mengisyaratkan potensi penurunan harga lebih lanjut. Tekanan jual perlahan meningkat dari kalangan holder jangka pendek.

Menariknya, di tengah dinamika ini, ada spekulasi bahwa HBAR mungkin bisa menjauh dari korelasi harga dengan Bitcoin (BTC). Ini tentu menjadi topik yang menarik untuk kamu selami lebih dalam.

Memahami Pola Harga Double Top pada HBAR

Dalam analisis teknikal, pola double top adalah formasi grafik yang sangat penting.

Pola ini sering kali menandakan potensi pembalikan arah dari tren naik menjadi tren turun. Kamu perlu memahaminya untuk mengambil keputusan investasi.

Pola ini terbentuk ketika harga aset mencapai level resistensi tertentu dua kali berturut-turut.

Kedua puncak tersebut diikuti oleh penurunan harga di antara keduanya. Penurunan ini membentuk lembah atau neckline.

Ketika harga kembali turun dan menembus di bawah level neckline tersebut, pola double top dianggap terkonfirmasi.

Konfirmasi ini kemudian mengindikasikan bahwa tekanan jual berpotensi akan meningkat. Hal ini bisa mendorong harga lebih rendah lagi.

Untuk HBAR, pembentukan pola double top ini adalah sinyal peringatan serius.

Ini menunjukkan bahwa upaya HBAR untuk melanjutkan kenaikan harga menghadapi hambatan kuat. Ini sekaligus menunjukkan bahwa sentimen positif sulit dipertahankan.

Para trader biasanya mengamati pola ini dengan cermat. Mereka sering menggunakannya sebagai dasar untuk mengambil posisi jual atau membatasi kerugian.

Volume perdagangan juga penting untuk diperhatikan saat pola ini terbentuk. Puncak kedua biasanya memiliki volume yang lebih rendah, mengindikasikan kelelahan pembeli.

Dinamika Harga HBAR dan Sentimen Investor

Penurunan harga HBAR yang terjadi baru-baru ini tidak terlepas dari perubahan sentimen pasar.

Sentimen bearish, yang mengacu pada pandangan pesimis terhadap pergerakan harga, kini mulai mendominasi.

Investor tampaknya mulai khawatir tentang prospek jangka pendek HBAR. Hal ini mendorong mereka untuk menjual aset yang mereka miliki.

Kenyataan bahwa HBAR gagal mempertahankan kenaikan sebelumnya juga menambah tekanan.

Ini menunjukkan bahwa ada resistensi kuat di level harga tertentu. Level ini sulit ditembus oleh pembeli.

Khususnya, tekanan jual ini banyak berasal dari holder jangka pendek.

Mereka adalah investor yang membeli HBAR dalam waktu relatif singkat. Tujuannya untuk mencari keuntungan cepat.

Ketika harga mulai stagnan atau menunjukkan tanda-tanda pembalikan, mereka cenderung cepat melakukan profit-taking.

Profit-taking atau aksi ambil untung ini semakin memperkuat tekanan jual. Hal ini kemudian memperburuk kondisi pasar untuk HBAR.

Pergerakan harga seperti ini sering kali menciptakan efek domino. Investor lain juga mungkin ikut menjual, berharap menghindari kerugian.

Kondisi ini memerlukan kehati-hatian ekstra dari kamu. Terutama jika kamu sedang mempertimbangkan untuk berinvestasi di HBAR saat ini.

Potensi HBAR Melepaskan Diri dari Korelasi Bitcoin

Salah satu aspek paling menarik dari berita HBAR saat ini adalah potensi korelasi harga dengan Bitcoin (BTC).

Secara historis, sebagian besar aset kripto cenderung mengikuti pergerakan harga Bitcoin. Bitcoin adalah raja di pasar kripto.

Namun, narasi bahwa HBAR mungkin bisa ‘menjauh’ dari korelasi ini menarik perhatian. Ini menunjukkan adanya perbedaan fundamental.

Jika HBAR mampu bergerak secara independen, ini bisa menjadi tanda kekuatan intrinsik proyek Hedera.

Korelasi yang rendah dengan Bitcoin seringkali dianggap sebagai fitur yang diinginkan oleh investor.

Ini dapat menawarkan diversifikasi portofolio. Diversifikasi ini mengurangi risiko keseluruhan kamu.

Kemampuan untuk decoupling bisa didorong oleh beberapa faktor. Ini termasuk adopsi teknologi yang kuat atau kemitraan strategis.

Pengembangan ekosistem yang signifikan juga bisa menjadi pendorong kuat. Hal ini mampu menciptakan nilainya sendiri, terlepas dari pergerakan BTC.

Apakah ini benar-benar akan terjadi, masih harus dilihat. Namun, pengamatan terhadap korelasi ini penting untuk kamu lakukan secara terus-menerus.

Faktor-Faktor Pendorong Potensi Dekopling

Ada beberapa alasan mengapa sebuah aset kripto bisa melepaskan diri dari korelasi Bitcoin.

Salah satunya adalah kasus penggunaan yang unik dan adopsi institusional yang kuat. Hedera dikenal dengan fokusnya pada solusi perusahaan.

Pembaruan teknologi atau peningkatan fundamental pada jaringan Hedera juga bisa menjadi pemicu.

Ini akan membuatnya lebih menarik bagi investor. Daya tarik ini bisa terlepas dari sentimen pasar kripto secara keseluruhan.

Kemitraan besar dengan perusahaan-perusahaan ternama juga dapat memberikan dorongan signifikan.

Kemitraan tersebut akan menciptakan permintaan organik untuk HBAR. Permintaan ini tidak terlalu terpengaruh oleh BTC.

Sentimen positif yang kuat di sekitar Hedera dapat menciptakan ‘gelembung’ minat. Gelembung ini bisa melindungi HBAR dari volatilitas Bitcoin.

Namun, ini adalah skenario yang ideal. Kamu perlu memantau perkembangan Hedera dengan cermat untuk melihat apakah hal ini terwujud.

Apa yang Harus Kamu Perhatikan Sebagai Investor?

Dalam menghadapi volatilitas seperti ini, kamu sebagai investor perlu tetap tenang.

Penting untuk tidak membuat keputusan investasi berdasarkan emosi semata. Ini adalah prinsip dasar investasi yang sehat.

Analisis Teknis Lanjutan

Kamu harus terus memantau level dukungan dan resistensi kunci pada grafik HBAR.

Perhatikan juga level neckline dari pola double top yang terbentuk. Penembusan di bawahnya bisa menjadi sinyal jual kuat.

Indikator teknis lainnya seperti RSI (Relative Strength Index) atau MACD (Moving Average Convergence Divergence) juga bisa membantu.

Indikator ini akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai momentum pasar. Ini sangat berguna untuk analisis kamu.

Manajemen Risiko

Selalu pertimbangkan untuk menempatkan stop-loss order jika kamu memegang HBAR.

Ini adalah strategi penting untuk membatasi potensi kerugian kamu jika harga terus menurun.

Diversifikasi portofolio juga merupakan kunci. Jangan menaruh semua telur kamu dalam satu keranjang kripto.

Investasikan hanya sejumlah uang yang kamu rela kehilangannya. Pasar kripto memang penuh dengan ketidakpastian.

Pantau Berita Fundamental

Selain analisis teknis, kamu juga harus mengikuti perkembangan berita Hedera.

Berita tentang kemitraan baru, pembaruan jaringan, atau adopsi oleh perusahaan dapat mengubah sentimen pasar secara drastis.

Perubahan fundamental ini bisa menjadi katalis positif. Ini berpotensi membalikkan tren bearish saat ini.

Namun, kamu harus berhati-hati terhadap berita fud (fear, uncertainty, and doubt) atau informasi yang tidak terverifikasi.

Perhatikan Bitcoin

Meskipun ada diskusi tentang potensi decoupling, pergerakan Bitcoin tetap penting.

Pergerakan BTC masih memiliki pengaruh besar terhadap pasar kripto secara keseluruhan. Kamu tidak boleh mengabaikannya.

Lonjakan atau penurunan tajam pada Bitcoin masih bisa menyeret aset kripto lain bersamanya. Ini termasuk HBAR.

Jadi, selalu sisihkan waktu untuk melirik grafik BTC. Ini akan memberikan konteks yang lebih luas untuk pasar.

Kesimpulan dan Outlook Masa Depan HBAR

Pembentukan pola double top pada harga HBAR adalah sinyal peringatan yang tidak bisa kamu abaikan.

Ini menunjukkan bahwa token ini mungkin akan menghadapi periode koreksi atau konsolidasi harga.

Sentimen bearish dari holder jangka pendek memperburuk situasi. Ini menambah tekanan jual yang ada di pasar.

Namun, ide bahwa HBAR bisa melepaskan diri dari korelasi Bitcoin adalah narasi yang menarik.

Jika ini terwujud, HBAR berpotensi menunjukkan ketahanan yang unik di pasar kripto. Ini bisa menjadi poin plus untuk kamu.

Bagi kamu sebagai investor, periode ini menuntut kewaspadaan dan analisis yang cermat.

Jangan hanya terpaku pada pergerakan harga jangka pendek. Selalu pertimbangkan gambaran besar dan fundamental proyek Hedera.

Pasar kripto selalu berubah dan penuh dinamika. Dengan informasi yang tepat, kamu bisa membuat keputusan terbaik. Tetaplah bijak dalam berinvestasi!

Disclaimer: Artikel ini ditulis otomatis oleh AI Investerbaik.

Ditulis Oleh

Ditnov

Seorang blogger, wordpress designer dan investor pemula yang ingin berbagi sedikit ilmunya mengenai investasi dan keuangan.

Market Live

Update
🟡 Harga Emas
Spot IDR
per gram
Rp 2.318.746 ▼ 0.26%
Spot USD
per ounce
$ 4.320,33 ▼ 0.26%
Harga Antam
estimasi butik
Rp 2.399.902 ▼ 0.26%
Buyback
jual kembali
Rp 2.225.996 ▼ 0.26%
Perhiasan
kadar 24k
Rp 2.550.621 ▼ 0.26%
🟢 Harga Kripto
BTC
Bitcoin
Rp 1.466.749.301 +0.48%
ETH
Ethereum
Rp 49.726.205 +0.30%
SOL
Solana
Rp 2.076.354 -0.13%
BNB
BNB
Rp 14.297.954 -0.45%
USDT
Tether
Rp 16.673 0.00%

Langganan Artikel Terbaru

Dapatkan edukasi dan informasi terbaru seputar investasi dan keuangan langsung ke inbox kamu.

📅 Kalender Ekonomi

Waktu Indonesia Barat (WIB)
Memuat data...