Baca Penafian Lengkap →
Investerbaik – Bro/Sis investor muda, lagi bingung ya mau investasi ke mana di tengah kondisi pasar yang lagi naik turun kayak hati pas PDKT? Tenang, kamu nggak sendirian! Para profesional di Ashmore, lewat Indo Premier Sekuritas, punya pandangan yang menarik banget buat kita kupas tuntas. Intinya, mereka bilang sekarang itu waktu yang pas buat strategi investasi yang aktif dan selektif. Bukan asal masuk, tapi harus pinter milih. Fokus utamanya? Fundamental yang kuat dan valuasi yang masih masuk akal. Yuk, kita bedah lebih dalam kenapa strategi ini penting banget buat kita para Gen Z yang pengen cuan maksimal di pasar saham Indonesia.

Kenapa Strategi Aktif dan Selektif Penting Banget Buat Kamu?
Dunia investasi itu kan dinamis banget, apalagi di pasar saham. Ada aja berita baru, tren baru, sampai sentimen pasar yang bisa bikin harga saham terbang atau anjlok dalam sekejap. Nah, kalau kamu asal-asalan aja milih saham, ya siap-siap aja deh ngalamin kerugian yang nggak sedikit. Ashmore ngasih tau, di situasi kayak sekarang, pendekatan yang ‘aktif’ alias terus memantau dan sigap merespons pergerakan pasar itu kunci. Nggak cuma itu, ‘selektif’ juga penting. Kamu harus bisa nyaring perusahaan mana yang punya potensi bagus dan mana yang lebih baik dihindari.
Bayangin aja, kayak kamu lagi milih gebetan. Nggak mungkin kan kamu ngedeketin semua orang yang kamu temuin? Pasti ada kriteria dong? Nah, di saham juga gitu. Kamu harus punya kriteria seleksi yang jelas. Ini yang bikin strategi aktif dan selektif ini cocok banget buat kamu yang masih muda, punya energi buat riset, dan pengen hasil investasi yang optimal.
Fokus pada Fundamental yang Solid, Apa Artinya?
Jadi, apa sih maksudnya ‘fundamental yang solid’? Gampangnya, fundamental itu adalah kondisi kesehatan dan performa sebuah perusahaan. Kalau fundamentalnya kuat, berarti perusahaannya itu sehat, punya bisnis yang jelas, dan bisa menghasilkan keuntungan secara konsisten. Nah, buat kamu yang mau investasi saham Indonesia, Ashmore nyaranin buat lihat:
- Kinerja Keuangan yang Mengesankan: Coba deh kamu intip laporan keuangan perusahaan. Liat penjualannya naik nggak? Keuntungannya tumbuh nggak? Utangnya banyak nggak? Perusahaan yang rutin nunjukin pertumbuhan pendapatan dan laba, plus punya utang yang terkendali, itu sinyal bagus banget.
- Model Bisnis yang Kuat: Perusahaan ini jualan apa sih? Produk atau jasanya dibutuhin orang nggak? Punya keunggulan kompetitif nggak dibanding pesaing? Cari perusahaan yang punya produk atau jasa yang inovatif dan punya banyak pelanggan setia. Contohnya, perusahaan teknologi yang lagi naik daun atau perusahaan barang konsumsi yang produknya dipakai sehari-hari.
- Manajemen yang Kompeten: Siapa sih yang ngurusin perusahaan ini? Tim manajemennya punya pengalaman dan rekam jejak yang bagus nggak? Manajemen yang proaktif dan punya visi jelas itu bisa membawa perusahaan ke arah yang lebih baik.
- Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang: Nah, ini penting banget buat kamu yang mikirin investasi jangka panjang. Perusahaan ini punya potensi buat terus tumbuh di masa depan nggak? Liat tren industri, inovasi produk, dan rencana ekspansi perusahaan.
Memilih perusahaan dengan fundamental yang solid itu kayak bangun rumah di atas pondasi yang kuat. Sekalipun ada guncangan pasar, rumahmu bakal lebih kokoh dan nggak gampang roboh. Ini penting banget biar kamu nggak panik jual rugi pas pasar lagi merah.
Valuasi Wajar, Biar Nggak Beli Kemahalan
Selain fundamental, Ashmore juga menekankan pentingnya ‘valuasi wajar’. Apaan tuh? Valuasi itu kayak cara kita ngitung ‘harga pantas’ sebuah saham. Kadang, sebuah perusahaan punya fundamental bagus, tapi harganya udah kemahalan banget di pasar. Nah, di sinilah valuasi berperan. Kamu nggak mau kan beli barang bagus tapi harganya udah melambung tinggi?
Dalam konteks saham Indonesia, beberapa indikator valuasi yang bisa kamu liat itu:
- Price to Earnings Ratio (PER): Ini ngukur berapa kali investor mau bayar buat setiap Rp1 laba perusahaan. Bandingin PER saham yang kamu incar sama rata-rata PER industri atau PER perusahaan sejenis.
- Price to Book Value (PBV): Ini ngukur seberapa mahal pasar menilai aset bersih perusahaan. Sama kayak PER, bandingin sama industri atau perusahaan sejenis.
- Dividend Yield: Kalau perusahaan bagi-bagi dividen, ini bisa jadi tambahan cuan buat kamu. Liat berapa persen dividen yang dikasih dibanding harga sahamnya.
Intinya, jangan cuma tergiur sama nama besar atau tren. Lakukan riset kecil-kecilan buat mastiin harga sahamnya masih ‘murah’ atau setidaknya ‘wajar’ dibanding potensi keuntungannya. Beli saham saat valuasinya menarik itu ibarat beli barang diskon, potensi cuannya jadi lebih gede!
Strategi Ini Cocok Buat Kamu, Gen Z Investor!
Kenapa strategi ala Ashmore ini pas banget buat Gen Z? Karena kita ini generasi yang terbiasa dengan informasi cepat, bisa riset mandiri lewat internet, dan punya semangat buat belajar hal baru. Strategi aktif dan selektif ini menuntut kamu buat nggak malas ngulik. Kamu bisa manfaatin berbagai platform digital buat dapet informasi, baca analisis, dan bahkan ikut forum diskusi investor muda.
Dengan fokus pada fundamental yang solid dan valuasi yang wajar, kamu belajar buat jadi investor yang cerdas, bukan cuma ikut-ikutan tren. Kamu juga bisa membangun portofolio saham Indonesia yang lebih stabil dan punya potensi pertumbuhan jangka panjang yang menjanjikan. Jadi, mulai sekarang, yuk lebih aktif dan selektif dalam memilih saham. Ingat, investasi yang baik itu butuh kesabaran, riset, dan strategi yang tepat. Selamat berinvestasi dan semoga cuan selalu menyertai kamu!








